Rabu, 30 Juli 2025

Kajian Fiqih Ibadah Digelar Di MAJT An-Nuur

 

Media MAJT An-Nuur Kab Magelang - Kajian Fiqih Ibadah mulai diselenggarakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, usai Sholat Dzuhur berjamaah, Rabu (30/07/2025). Pada edisi perdana kali ini, diikuti sekitar 300 jamaah dari bebagai kalangan, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum.

Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang, Drs Asfuri Muhsis MSI mengatakan, kajian fiqih ibadah diagendakan dilaksnakan setiap rabu, kecuali Rabu Legi. "Forum kajian ini dibuka sehabis sholat duhur berjamaah," kata Asfuri, yang juga Asisten Umum Pemkab Magelang.

Dia berharap, kegiatan yang dihelat bersama antara pengelola MAJT An-Nuur, Baznas, IPHI dan MUI Kabupaten Magelang, ini bisa diikuti seluruh warga muslim di Kabupaten Magelang. Tidak sebatas para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang saja. Tetapi terbuka bagi masyarakat umum, termasuk warga luar daerah yang kebetulan singgah dan sholat dzuhur di MAJT An-Nuur.

Adapun tujuan dari kegiatan ini, lanjut Asfuri, agar kualitas ibadah masyarakat dapat semakin meningkat dengan ilmu yang didapatkan dari forum tersebut. Sejalan dengan itu, dapat mewujudkan salah satu fungsi MAJT An-Nuur yakni, meningkatkan kualitas ibadah masyarakat.

 "Intinya, melalui kajian ini diharapkan bisa lebih memantabkan lagi ibadah kita semua setelah dibekali ilmu yang sesuai syariat Islam. Karena mungkin bisa saja dalam melakukan ibadah, terutama sholat, namun belum tahu ilmunya secara benar," kata Asfuri.

Sebagai pamateri Utama dalam kajian tersebut, KH Abdul Azis Lc menekankan pentingnya pemahaman tentang syariat ibadah. Halitu yang menjadi pokok bahasan dalam kajian fikih ibadah dalam kegiatan sesi perdana kali ini. Dengan maksud agar  ilmu dan amal kita sesuai syariat ibadah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Karena Allah SWT memuliakan kita sebagai manusia dengan suatu hal yang berbeda dengan makhluk yang lain. "Allah memuliakan kita dengan anugerah akal yang tidak diberikan kepada makhluk lain. Dengan akal ini, Allah menginginkan agar manusia yang awalnya diciptakan di surga bisa kembali ke surga," ujarnya.

Untuk mewujudkan kehendak tersebut, Allah menurunkan para ambiya, para nabi dan rasul, yang bertugas memberikan petunjuk kebaikan di dunia dan akherat. Salah satu syariat dimaksud adalah ibadah. Manusia ini dibebani kewajiban untuk beribadah. Bagaimana cara ibadah, kita belajar dari syariat Rasulullah, yang kemudian disusun para ulama menjadi Fikih Ibadah. 

"Ibadah yang sangat penting dalam kehidupan manusia itu salah satunya sholat. Ibadah itu sebagai wahana kita untuk bisa nyambung dengan Allah SWT. Cara ibadah kita mengikuti sunah Rasulullah," ujarnya.(Tim Media)

Sabtu, 26 Juli 2025

Khafilah MTQ Kabupaten Magelang Digembleng Untuk Maju Ke Tingkat Jateng

 

Media MAJT An-Nuur Kab Magelang - Khafilah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Magelang tengah berbenah diri untuk mengikuti MTQ tingkat Jawa Tengah 2025 yang akan berlangsung di Tegal, September mendatang.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang, Fauzi Nurhadi, menyatakan tekadnya untuk meraih hasil maksimal di ajang MTQ Jateng tahun ini.

"Semua cabang kita undang dari juara satu dan dua tingkat kabupatenq, untuk diseleksi lagi. Kita akan pilih yang terbaik dari yang baik-baik," katanya, Sabtu (26/07), di sela pembinaan Khafilah MTQ yang digelar di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang.

Kafilah Kabupaten Magelang mengikuti seluru cabang yang akan dilombakan. Antara lain,  Antara lain, Tilawatil Quran, Tartil Quran, Tahfidz, dan kaligrafi Islam.

Fauzi tidak menyebut jumlah peserta pembinaan yang diundang. Tetapi dia menyebut beberapa pertimbangan terkait tempat pembinaan di MAJT An-Nuur. 

Antara lain, guna menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa MAJT An-Nuur di Magelang terbuka sebagai rumah bersama, termasuk untuk para tilawah, ataupun seniman Islam. Pertimbangan lain, untuk membantu memakmurkan masjid besar dan megah tersebut.

Lebih dari itu, Fauzi berharap, MAJT An-Nuur ke depan bisa menjadi semacam laboratorium tilawatil Quran atau pembelajaran Quran, meski saat ini sudah berjalan baik.

"Tetapi kalau nanti pesertanya datang dari seluruh Kabupaten Magelang pasti akan lebih kuat lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Pemkab Magelang, Agus Widodo, mengatakan, dalam pembinaan tersebut akan ada penilaian terkait kompetensi teknis dan artistik. 

Dengan kata lain, sebagai ajang seleksi untuk menentukan yang berhak sebagai anggota kafilah untuk maju ke MTQ tingkat provinsi Jawa Tengah.

Di sini, Pemkab Magelang melalui LPTQ bersama Kemenag mempersiapkan khafilah agar semua lebih siap untuk berkompetisi di ajang MTQ provinsi nanti.

"Tentu saja kami juga mempersiapkan ubo rampe ke sana, agar peserta dapat beristirahat dengan nyaman sejak dari keberangkatan sampai kepulangannya nanti," terangnya. 

Agus berharap, khafilah yang dikirim mampu mengharumkan nama daerah asal. Berhasil tampil sebagai juara dan bermental juara.(Tim Media MAJT An-Nuur)

Rabu, 23 Juli 2025

1.300 Jamaah Hadiri Launching "Rebo Legen" MAJT An-Nuur Magelang



Media MAJT An-Nuur MAGELANG - Lebih dari 1.000 jamaah menghadiri launching Kajian Fiqih Ibadah dan Kajian Ilmiah Tematik "Rebo Legen" di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, Rabu (23/05/2025) siang.

Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang, Drs Asfuri Muhsis MSI mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dengan IPHI, Baznas, dan Kementerian Agama. 

"Kajian ini dalam rangka menangkap peluang, banyaknya jamaah, baik dari birokrat dan masyarakat melaksanakan Sholat Dzuhur di MAJT An-Nuur," kata Asfuri, dalam acara yang berlangsung selepas sholat duhur berjamaah. 

Untuk itu, lanjut Asfuri, melalui kajian ini diharapkan dapat lebih memantabkan lagi ibadah mereka karena sudah dibekali dengan ilmu. 

"Karena bisa saja atau barangkali, kita sering melakukan ibadah, namun belum tahu ilmunya secara benar," kata Asfuri, yang kesehariannya menjabat sebagai Asisten Umum Setkab Magelang.

Pada bagian lain, dia menyebut, kerja sama dalam kegiatan ini juga menjadi bukti nyata mkomitmen seluruh pihak dalam aktif memakmurkan MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang. 

Adapun forum kajian tersebut dibagi dalam 2 tema. Pertama, kajian ilmiah tematik dilaksanakan setiap Rabu Legi, atau 35 hari sekali. Kedua, kajian fiqih ibadah diagendakan setiap rabu. Forum dibuka sehabis sholat duhur berjamaah.

Mengenai pemateri atau pengisi acara dalam agenda Rebo Legen akan selalu berganti. 

Asfuri pun merasa bangga karena edisi perdana "Rebo legen" diikuti sekitar 1.300 jamaah dari berbagai daerah. Ada unsur ASN, masyarakat umum, serta pelajar.

Dia berharap, kegiatan ini bisa diikuti seluruh masyarakat di Kabupaten Magelang. Bukan sebatas para pegawai saja. Sehingga kualitas ibadah masyarakat dapat meningkat dengan ilmu yang didapatkan. 

"Karena salah satu fungsi MAJT An-Nuur adalah meningkatkan kualitas ibadah masyarakat, dan salah satunya melalui kegiatan kajian ini," tukasnya. 

Sementara itu, dalam tausyiahnya, Dr Kasban Sarqawi Lc MSi, menekankan mengenai bagaimana kita bersikap dalam beragama.

Islam formal, menurut Kasban, tidak mengabaikan substansial, bahkan sampai pada esensi Islamnya. Kalau Islam yang sifatnya formal fokus pada hukum-hukum yang empiris lahiriyah.

Mengabaikan makna terdalam, logika pemaknaan yang dalam, mengabaikan kejernihan batin, dan ketenangan batin
 
"Maka yang penting adalah bagaimana kita beragama. Secara lahir itu tunduk, secara logika itu tahu hakekat tunduk, dan secara batin tidak ada bergejolak," ujarnya. 

Tunduk dalam hal ini, Kasban menyebut ada 3 dimensi. Yakni, dimensi empirikal, dimensi intelektual dan dimensi spiritual. 

Mengakhiri pengajian Rebo Legen ada penyerahan santunan dari Baznas Kabupaten Magelang kepada 11 anak yatim.

Senin, 14 Juli 2025

Kadisdikbud Buka Kegiatan SD Muhammadiyah Inovatif ”AKSI 2025” di MAJT An-Nuur Magelang

 

Media MAJT An-Nuur Kab Magelang - SD Muhammadiyah Inovatif Mertoyudan melaksanakan kegiatan AKSI (Awal Kenal Siswa Inovatif) di Masjid Agung Jawa Tengah An-Nur Kabupaten magelang yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husen, SE., MM, Senin  14/07/2025.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Slamet Achmad Husen dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif SD Muhammadiyah Inovatif dalam menghadirkan program yang kreatif dan ramah anak dalam pelaksanaan MPLS. Sambutan tersebut diselingi dengan pantun-pantum interaktif yang memeriahkan suasana, sekaligus membangun semangat siswa dalam mengikuti kegiatan.

“MPLS AKSI ini luar biasa. Kegiatan ini bukan hanya sekadar mengenal sekolah, tapi juga melatih kemandirian, semangat belajar, dan membangun karakter anak sejak dini. Saya sangat mengapresiasi pendekatan riang, aman, dan menyenangkan yang diterapkan di sini,” kata Husein.

Dalam kegiatan itu Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Inovatif, Ustadz Samsul Huda, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan MPLS yang diikuti oleh lebih dari 300 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6.

”AKSI ini kami desain sebagai bentuk pengenalan sekolah yang menyenangkan dan tidak kaku, sehingga siswa bisa beradaptasi dengan lebih rileks setelah masa liburan panjang. Oleh karena itu, dua hari pertama kegiatan sengaja kami adakan di luar sekolah,” katanya.

Samsul juga menambahkan bahwa kegiatan MPLS di hari pertama dilaksanakan di MAJT, hari kedua akan bekerja sama dengan TNI dan Damkar, dan hari ketiga dilanjutkan di lingkungan sekolah.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan prosesi ”Pelepasan balon ke udara” sebagai simbol semangat dan harapan untuk menggapai cita-cita setinggi langit. Kegiatan ini menjadi simbolis pembukaan kegiatan AKSI 2025.

Kegiatan selanjutnya diisi dengan melaksanakan Shalat Dhuha berjamaah yang dipandu oleh para guru. Setelah itu, para murid melanjutkan shalat Dhuha secara mandiri sebagai bentuk latihan pembiasaan ibadah. Setelah Shalat, para murid kemudian mengikuti sesi Murajaah bersama-sama.

Setelah kegiatan ibadah, murid diberikan waktu untuk istirahat, dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama sebagai kenang-kenangan. Kemudian murid berkumpul bersama wali kelas masing-masing untuk saling mengenal lebih dekat dan membangun komunikasi yang baik.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh murid diajak untuk melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah. Kegiatan hari pertama MPLS pun ditutup dengan kepulangan siswa secara tertib.

Dengan semangat AKSI 2025, SD Muhammadiyah Inovatif berkomitmen membentuk generasi yang tangguh, islami, dan inovatif melalui pendekatan ramah anak yang menyenangkan sejak hari pertama masuk sekolah.(Ummu)

Jumat, 11 Juli 2025

Menara Dirubuhkan, Masjid Agung An-Nuur Lama Akan Difungsikan Sebagai Perpustakaan

 

Media MAJT An-Nuur Kab Magelang - Menara Masjid Agung An-Nuur lama yang berlokasi dekat kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang dirobohkan Jumat (11/07/2025) pagi.

Menara setinggi sekitar 40 meter itu sengaja dirobohkan sejalan dengan proses renovasi atau perubahan konstruksi masjid yang akan dialihfungsikan tersebut.

Setelah Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur selesai dibangun, masjid lama tak difungsikan lagi. 

Seluruh aktifitas ibadah dan takmir (badan pengelola -Red) dipindahkan ke masjid baru. Bangunan masjid lama akan dialihfungsikan.

Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur, Drs H Asfuri Muhsis MSI, mengatakan, masjid lama akan dialihfungsikan menjadi perpustakaan. Karena bangunan itu mempunyai nilai sejarah yang tinggi, sehingga karena itu kehadirannya tetap dipertahankan. Meski ada beberapa bagian dibenahi atau dirubah sesuai kebutuhan.

Pembongkaran konstruksi bangunan masjid lama sudah berlangsung sejak Maret lalu. Mengenai anggaran biaya dan desain sepenuhnya menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Masjid (yang lama dan baru) menjadi wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Yang membangun maupun melengkapi ya pemprov. Kita tidak bisa memastikan desain dan anggarannya bagaimana," ujar Asfuri.

Selain untuk perpustakaan, menurut rencana, sebagian lahan yang ada akan digunakan untuk memfasilitasi pelaku UMKM. Keberadaan UMKM dibutuhkan untuk menambah fasilitas bagi jemaah yang berkunjung ke MAJT.

 Diharapkan, tambah Asfuri, kehadiran MAJT An-Nur Magelang akan dapat memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"Akhir 2025 ini diharapkan sudah selesai, " jelasnya. 

Asfuri meyakinkan, keberadaan MAJT An-Nuur beserta fasilitas dari bangunan masjid lama bisa meningkatkan sarana prasarana keagamaan di Kabupaten Magelang. Terutama untuk mendukung destinasi pariwisata super prioritas Borobudur. (Tim MAJT)

Rabu, 09 Juli 2025

Melongok Anak-Anak Tuna Rungu Mengaji Al-Quran Di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang

 

Media MAJT An-Nuur Kab Magelang - Suasana salah satu aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang Kamis (10/07), tidak seperti biasanya. Di sana, dari pagi hingga siang, sudah kumpul puluhan anak usia balita hingga sekolah dasar terlihat sedang mengaji, di bawah asuhan beberapa ustad. 

Raut wajah anak-anak tersebut tampak begitu ceria. Tidak ada kesan tertekan. Secara bergantian, mereka menghadap guru yang mengajar. Sambil menunggu giliran, mereka saling bercengkerama dengan sesama.  

Melihat gerakannya, mereka bukan santri biasa. Karena guru dan muridnya sama-sama menggunakan bahasa isyarat tangan dan bibir. Ternyata, mereka adalah anak-anak penyandang tuna rungu yang mengikuti pembelajaran (baca) Al-Quran isyarat di Yayasan Pendidikan Tuli Magelang (YPTM).    

Ketua YPTM, Muhammad Beni Sasongko, mengatakan, yayasan yang dikelolanya mulai mengajar santri tuna rungu sejak 2019, dan resmi berbadan hukum pada 2020. Metode pembelajaran yang diterapkan, dirancang khusus agar ramah disabilitas, yang salah satunya dengan penggunaan harakat sebagai pembeda unik di tingkat global.

"Awalnya kami hanya mengajar lima santri, itu pun dilaksanakan dari rumah ke rumah. Alhamdulillah, dalam perjalan waktu, sekarang sudah ada 50 santri dan delapan pengajar. Salah satu pengajar kami bahkan masuk dalam tim penyusun Mushaf Isyarat Al-Qur'an," jelas Beni.

 Dia berharap, program ini mampu meningkatkan pemahaman santri terhadap huruf hijaiyah, baik dari segi bentuk tulisan maupun maknanya.

Menurut Sekretaris YPTM, Nurmadyo Wibowo, pihaknya mendapat bantuan dari Badan Amin Zakat Nasional (Baznas) RI senilai Rp 50 juta. Bantuan diserahkan oleh Ketua Baznas RI, Noor Achmad, di Rumah Marhaba, Dusun Semawung, Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan, pada 31 Mei 2025 lalu.

Bantuan ini mencakup pembelian perangkat pembelajaran, biaya operasional, serta penunjang pendidikan selama satu tahun bagi santri tuli. Pembelajaran di rumah Marhaba dilaksanakan setiap hari Sabtu atau Minggu.

"Yang ikut mengaji di Rumah Marhaba sebanyak 50 anak. Selain dari Magelang, Sebagian datang dari Salatiga, Temanggung dan Purworejo. Yang rutin datang anak-anak Magelang, karena lokasinya lebih dekat," kata Rima Oky, staf YPTM.  

Salah satu orangtua santri, Aprilia, mengaku bersukur atas hadirnya yayasan ini. Karena, menurut dia, anaknya yang penyandang disabilitas tuli kini dapat belajar mengaji secara lebih efektif.

"Alhamdulillah, anak saya akhirnya mendapat akses belajar yang sesuai. Di TPA desa, dia sempat kesulitan mengikuti pembelajaran," ungkapnya.

Dengan hadirnya dukungan dari Baznas RI dan semangat kolaborasi berbagai pihak, YPTM kini menjadi simbol penting pendidikan keagamaan inklusif di Kabupaten Magelang.(Tim Media MAJT)

Ini Penjelasan Pengelola Terkait Nama MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang Dan Fasilitasnya

 

MAJT An-Nuur Kab Magelang - Ketua Badan Pengelola MAJT (Masjid Agung Jawa Tengah) An-Nuur, Drs H Asfuri Muhsis MSi, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada warganet atas tanggapannya terkait dengan MAJT An-Nuur di Magelang. 

Dia menginformasikan bahwa di Kabupaten Magelang tepatnya di Sawitan Kota Mungkid saat ini telah bediri megah Masjid yang diberi nama Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur di Magelang ini telah dilauncing penggunaannya tanggal 26 September 2024 oleh Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sujana. 

Dinamakan MAJT karena masjid ini yang membangun dan membiayai adalah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. tempat ibadah umat Islam itu berdiri di atas tanah seluas 5 hektare, 3,2 hektare milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan 1,8 hektar tanah yang milik Pemkab Magelang. Masjid ini kapasitas yang bisa menampung 8.000 jama'ah. 

Dengan lahan parkir yang sangat luas, tower/Menara pandang yang tinggi, dilengkapi perkantoran, islamic center, ruang-ruang kajian yang cukup representatif, TPA/TPQ, ruang tilawah, penginapan, bisa untuk Wedding/resepsi, dilengkapi juga dengan toilet dan kamar mandi yang banyak. Ke depan direncanakan ada MAJT Mart dan tempat kuliner/UMKM bagi pngunjung.

 Masjid ini juga merupakan kontribusi pemerintah bagi masyarakat sekaligus mendukung destinasi Pariwisata Super Prioritas Borobudur, sehingga parawisatawan bisa berwisata religi di masjid ini, di samping ibadah, mandi, istirahat melepas lelah sambil makan-makan dan membaca buku.

Terkait dengan pemanfaatan Masjid An-Nuur yang lama, akan digunakan untuk perpustakaan. Masjid itu, saat ini masih dalam proses renovasi/ direhab untuk disesuaikan dengan kebutuhan. Tahap pembangunannya baru 40%, dan diperkirakan baru selesai Desember 2025.

Adapun hal-hal yang berhubungan dengan status managemen/pengurus/pengelola/takmir Masjid diangkat dan dikukuhkan oleh Gubernur Jawa Tengah.

Hubungannya dengan MAJT Semarang, sama-sama dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan bedanya MAJT yang pertama, dibangun Semarang, MAJT yang kedua dibangun di Magelang diberi nama MAJT An-Nuur Magelang karena Masjid yang lama namanya Masjid Agung An-Nuur.(Tim Media MAJT)

Senin, 07 Juli 2025

Cerita Warga Situbondo Jawa Timur Berkunjung Di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang


MAJT An-Nuur Kab Magelang - Waktu liburan sekolah yang masih berlangsung dimanfaatkan sebagian orang untuk melakukan berbagai macam aktifitas. Misalnya berwisata, berkebun ataupun berkegiatan dirumah bersama keluarga. 

Muh Tholibin, salah satu warga Kabupaten Situbondo Provinsi Jawa Timur yang menghabiskan waktu libur sekolah dengan berwisata religi di wilayah Jawa Tengah. Salah lokasi penting yang dituju Muh Tholibin bersama keluarganya adalah Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang. 

" Saya tahu masjid ini dari media sosial instagram. Kebetulan ada beberapa tempat yang kami kunjungi di Kabupaten Magelang seperti Watu Congol Muntilan jadi sekalian kami kesini. Di instagram bagus sekali bentuknya, jadi penasaran, " katanya saat diwawancara Minggu, 06/07/2025.

Ayah dua anak ini mengaku penasaran dengan keindahan MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang seperti yang terpampang di media sosial instagram. Bahkan ia, sempat berencana ingin menginap di masjid ini. 

" Awalnya mau menginap, tapi karena waktu sudah mepet jadi kami urungkan. Tapi begitu kami sampai di masjid ini, memang bener-bener indah," lanjutnya. 

Selain itu ia mengungkapkan pelayanan di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang ini sangat baik. Bahkan saat ia sampai, banyak sekali kegiatan yang dilakukan disana. 

" Ada ibu-ibu yang butuh pertolongan, petugas dengan sigap membantu menggunakan kursi roda. Dan kebetulan baru ada acara peringatan muharram sepertinya, jadi ramai sekali, masya Allah," ceritanya. 

Ditengah keramaian itu, Muh Tholibin menyempatkan untuk Sholat Dzuhur berjamaah dengan keluarga, menaiki menara pandang dan mengambil beberapa foto sebagai kenangan.

" Kalau saran saya, misal tempat parkir ditambah pohon perindang, pasti akan lebih nyaman lagi. Jadi parkir yang luas tapi tetap sejuk, " sarannya.(Tim Media MAJT


Sabtu, 05 Juli 2025

RTQ MAJT An-Nuur Magelang Gelar Festival Muharram 1447 H



MAJT An-Nuur Magelang - Memperingati tahun baru Islam, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJ T) An-Nuur Kabupaten Magelang menggelar Festival Muharram 1447 Hijjriyah. Kegiatan yang berlangsung sehari itu berlangsung di kompleks MAJT An-Nuur dari pagi hingga malam harinya.

Ketua Panitia Penyelenggara, Ustad Riza Perdana Kusuma SPdi Al Hafidz, mengatakan, Festival Muharram merupakan agenda tahunan RTQ An-Nuur yang diisi 6 cabang lomba. Yakni, tartil, tahfidz hafalan jus 30, adzan, mewarnai, menyusun huruf hijaiyah dan lomba kelas.   

"Jumlah peserta sekitar seratus, khusus para santri Rumah Tahfidz Quran (RTQ) An-Nuur, mulai usia anak-anak sampai dewasa," ujarnya, ditemui di sela acara Minggu (06/07/2025).

Kegiatan tersebut, menurut Riza, sesuai visi RPQ An-Nuur. Untuk menguatkan atau mendasari kita umat Islam supaya mempunyai kemahiran dalam membaca Al Quran.

"Pertama, sebagai sarana syiar Al-Quran. Kedua,  untuk menguatkan kemampuan sejauh mana anak-anak kita dapat memahami dan menguasai Al-Quran," kata Riza, selaku pengasuh RTQ An-Nuur. 

Dia menginformasikan, bahwa RTQ An-Nuur adalah salah satu lembaga formal. Terkait itu pula, dia mengajak masyarakat sekitar MAJT An-Nuur dan seluruh umat Islam di mana pun berada, untuk berproses di RTQ. 

RTQ mempunyai ciri khas tersendiri. Tidak ada batasan usia dan batasan sosial, bagi santri. Dari umur anak-anak sampai yang sepuh itu bisa menjadi, bisa ikut berproses di RTQ. Jadi tidak ada kata terlambat untuk kita semua, yang belum bisa membaca Al-Quran di mana ada kesempatan marilah kita gunakan utamanya di RTQ MAJT An-Nuur," ajaknya.(Media MAJT)