Kamis, 12 Februari 2026

Pelatihan Tilawah di Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur : Mengasah Keindahan Bacaan Al-Qur’an dengan Metode Interaktif

 

Media MAJT An-Nuur Magelang, - Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan yang menginspirasi pada malam Sabtu, 6 Februari 2026. Puluhan jamaah dari berbagai usia hadir mengikuti pelatihan tilawah yang dilaksanakan tepat setelah salat Isya. Kegiatan ini dirancang untuk membimbing jamaah dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap kitab suci.

Pelatihan tilawah malam itu dipandu langsung oleh dua pengajar berpengalaman, Ibu Fina Roudhotul Janah dan Ust. Ilham Akbar. Keduanya dikenal karena metode pengajaran yang interaktif dan mudah dipahami, sehingga peserta dari berbagai tingkat kemampuan dapat mengikuti dengan nyaman.

Metode pengajaran yang diterapkan cukup unik dan efektif. Setiap peserta pertama-tama menirukan bacaan pengajar secara langsung, mendengarkan intonasi, tajwid, dan ritme yang benar. Setelah itu, peserta diminta membaca satu per satu di hadapan pengajar. Teknik ini memungkinkan pengajar memberikan koreksi langsung, sekaligus membangun rasa percaya diri peserta dalam membaca Al-Qur’an dengan tartil.

Suasana pelatihan malam itu terasa hangat dan penuh semangat. Lampu masjid yang lembut menciptakan nuansa khidmat, sementara suara bacaan Al-Qur’an yang bergema menambah kesan sakral. Jamaah terlihat fokus menirukan setiap intonasi pengajar dengan teliti, beberapa menundukkan kepala sambil menyesuaikan panjang-pendek nada bacaan, sedangkan anak-anak terlihat antusias mengikuti ritme bacaan dengan penuh kegembiraan.

Ketika peserta membaca satu per satu, suasana menjadi semakin hidup. Ada tawa kecil ketika seorang peserta mencoba menyesuaikan nada dengan cara yang lucu, namun pengajar selalu menanggapi dengan penuh kesabaran dan dorongan positif. Interaksi ini membuat suasana belajar menjadi hangat dan menyenangkan, sekaligus membangun ikatan antarjamaah.

Pelatihan tilawah ini bukan hanya tentang memperbaiki suara atau teknik membaca. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah antarjamaah, membangun disiplin, dan menanamkan nilai spiritual sejak dini. Anak-anak yang ikut berlatih mendapatkan pengalaman langsung membaca Al-Qur’an dengan bimbingan yang sabar, sementara orang dewasa dapat memperbaiki bacaan yang mungkin selama ini terbiasa dengan kebiasaan lama.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur dalam membina jamaah untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, serta menciptakan generasi Qur’ani yang tidak hanya menghafal, tetapi juga menghayati setiap ayat yang dibacanya. Dengan metode yang interaktif, pengajaran langsung, dan perhatian personal dari pengajar, pelatihan tilawah malam Sabtu ini berhasil menciptakan pengalaman spiritual yang mendalam dan membekas di hati setiap peserta.(KKN Institut SW Magelang)


Dzibaan Rutinan Malam Senin, Menyatukan Jamaah di Masjid Agung Jawa Tengah Magelang An-Nuur

 

Media MAJT An-Nuur Magelang, – Suasana hangat dan penuh khidmat tampak di Masjid Agung Jawa Tengah, Magelang, pada malam Senin, 8 Februari 2026, saat kegiatan dzibaan rutinan digelar tepat setelah salat Maghrib. Tradisi yang telah dijaga selama bertahun-tahun ini menjadi momen penting bagi jamaah untuk memperkuat ukhuwah, menenangkan hati, dan meningkatkan kualitas ibadah.

Dzibaan malam itu tampil lebih meriah karena diiringi lantunan rebana yang dibawakan oleh Bapak Ust. Riza GRz, Ibu Fina Roudhotul Janah, Ust. Ilham Akbar, anak-anak, serta beberapa vokalis lainnya. Irama rebana yang harmonis berpadu dengan lantunan dzikir, menciptakan suasana yang hangat, akrab, dan menyentuh hati setiap jamaah yang hadir. Bahkan anak-anak tampak antusias mengikuti irama rebana sambil ikut membaca dzikir, menambah kesan kebersamaan antargenerasi.

Kegiatan dzibaan malam Senin ini diisi dengan beberapa rangkaian, mulai dari pembacaan dzikir, doa bersama. Para ustadz dan tokoh masyarakat turut hadir memberikan tausiyah, sehingga jamaah tidak hanya mendapat ketenangan batin, tetapi juga bimbingan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dzibaan malam Senin bukan hanya ritual keagamaan. Aktivitas ini juga menjadi wadah edukasi spiritual dan pengembangan kreativitas, khususnya bagi generasi muda yang ikut meramaikan iringan rebana. Kehadiran anak-anak yang aktif bernyanyi dan mengikuti dzikir menunjukkan keberhasilan kegiatan ini dalam membangun semangat keagamaan sejak dini.

Seiring berjalannya waktu, dzibaan rutinan malam Senin di Masjid Agung Jawa Tengah Magelang telah menjadi simbol harmoni, toleransi, dan kekeluargaan. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial antarjamaah, tetapi juga menegaskan pentingnya tradisi keagamaan dalam menjaga nilai-nilai moral dan spiritual masyarakat.

Dengan antusiasme yang terus tumbuh, dzibaan malam Senin ini diperkirakan akan terus menjadi kegiatan rutin yang ditunggu-tunggu oleh jamaah, baik dari Magelang maupun sekitarnya. Suara rebana yang menggema, lantunan dzikir yang khidmat, dan kebersamaan yang hangat menjadikan malam Senin di Masjid Agung Jawa Tengah sebagai pengalaman spiritual yang tak terlupakan. (KKN Institut SW Magelang)

 


Kamis, 01 Januari 2026

MAJT An-Nuur Gelar Gerakan Sholat Subuh Berjamaah, Disertai PemberianBantuan Guru NGaji Dan Galang Donasi Untuk Korban Bencana Sumatera

 

Media MAJT, Kota Mungkid - Sambut awal tahun 2026 ini pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang menggalang donasi untuk bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat serta penyerahan simbolis bantuan mukafaah untuk Guru Naji oleh BAZNAS Kabupaten Magelang.

Memanfaatkan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah pada Kamis (01/01/2026), terkumpul donasi sebesar Rp 18 juta. Dana itu langsung disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Magelang.

Ketua Pelaksana Pengelola MAJT An-Nuur, Drs Asfuri Muhsis, mengatakan, seperti tahun yang lalu, kali ini MAJT AN-Nuur juga melaksanakan gerakan sholat subuh berjamaah. Juga mengajak jamaah untuk memberikan donasi bagi korban bencana di Sumatera.

Asfuri menyebut, tujuandari kegiatan itu adalah menjalin ukuwah, sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan. "Juga untuk membiasakan, mengawali tahun baru dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat," kata Asfuri.

Seluruh donasi hasil penggalangan disalurkan kepada korban bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, melalui Baznas.

Dalam kegiatan awal tahun itu pula, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)  memberikan santunan kepada ratusan guru ngaji (mukafaah) yang mengajar di berbagai wilayah Kabupaten Magelang.

Menurut Ketua Baznas M Kholid As'adi, di tutup tahun 2025 pihaknya memberi bantuan kepada guru ngaji dari desil 1 yang belum tersentuh bantuan apapun dari mana pun.

Jumlah guru ngaji  penerima bantuan sebanyak 905 orang, masing-masing menerima Rp 500.000. "Total bantuan Rp 452.500.000," katanya.

Kholid As'adi berharap, para penerima bantuan tetap semangat dan dapat meningkatkan kinerja. Meski sedikit, semoga dapat bermanfaat.

"Semoga ke depan tetap semangat menjalankan amanat dan bertambah maju," harapnya.

Gerakan Sholat Subuh kali ini diikuti sekitar 3.500 jemaah dari berbagai wilayah Kabupaten Magelang. Mereka mendapat siraman rohani oleh KH Drs H Ahmad Hadlor Ihsan, dari Baznas/MUI Jawa Tengah.

Dalam tausyiahnya, Ahmad Hadlor Ihsan mengajak seluruh jamaah untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi pergantian tahun kali ini. Terutama menjadi hamba Allah yang sholih.

Selain itu juga mengajak untuk memahami di pergantian tahun ini otomatis sebenarnya adalah umur berkurang, bukan bertambah. Untuk itu, harus dimanfaatkan sssa-sisa kesempatan ini untuk beribadah kepada Allah sebaik-baiknya.

"Dengan donasi ke Sumatera kita motivasi untuk berinfaq. Karena baagaimanapun kita diberi kelonggaran oleh Allah maka kita sisihkan rejeki kita untuk orang lain, maka berikan yang terbaik," tuturnya.(Tim Media MAJT AN-Nuur)

Minggu, 23 November 2025

5000 Lebih Peserta Antusias Ikuti Manasik Akbar Oleh Fatayat NU di MAJT II An-Nuur

 

Media MAJT II An-Nuur - Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Magelang menyelenggarakan Manasik Akbar Haji dan Umroh 2025 sebagai upaya meningkatkan kebersamaan dan memperkuat pemahaman ibadah, sekaligus membekali masyarakat, khususnya perempuan, dalam menunaikan ibadah haji dan umroh sesuai tuntunan syariat pada Minggu 23/11/2025 di MAJT II An-Nuur Kabupaten Magelang.

Manasik Akbar ini disusun sebagai respons atas meningkatnya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji dan umroh, terutama di kalangan perempuan. Namun, pada saat yang sama, masih banyak calon jemaah yang membutuhkan pendampingan memadai terkait tata cara teknis, rukun, syarat, serta hikmah dari ibadah tersebut.

” Kegiatan ini lahir dari kesadaran akan pentingnya pemahaman yang baik mengenai tata cara, rukun, dan syarat ibadah haji dan umroh, terutama di kalangan perempuan,” kata Ketua Panitia Evi Hikmah Nurchayati.

Dia mengatakan pembimbing manasik kali ini berkompeten dengan memberikan simulasi manasik secara lengkap, mulai dari niat, thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga etika ibadah selama di Tanah Suci. Selain pembekalan teknis, kegiatan ini juga sekaligus menjadi sarana dakwah, silaturahmi, serta pemersatu kader Fatayat NU se-Kabupaten Magelang.

” Tentunya ini merupakan sarana untuk menyatukan visi misi Fatayat NU dari semua tingkatan kepengurusan, mulai dari Pimpinan Anak Ranting, Pimpinan Ranting, Pimpinan Anak Cabang, sampai Pimpinan Cabang. Dengan kebersamaan ini, kami menjadi satu kesatuan Kader Pemudi NU yang siap menjadi garis depan dalam hal meningkatkan penguatan kader, dalam konteks keagaamaan dan pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya.

Melalui kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Nilai Nilai Kebersamaan Berorganisasi & Menanamkan Kesadaran Cita-Cita Menuju Baitulloh” Ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh pemahaman ibadah yang benar, serta meningkatkan kesiapan lahir batin sebelum berangkat ke Tanah Suci.

” Fatayat NU Kabupaten Magelang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kader Fatayat di semua tingkatan atas semangat kebersamaannya, pengelola MAJT An Nuur, seluruh sponsor, biro Umroh yang berpartisipasi, dan semua pihak yang telah membantu menyukseskan pelaksanaan Manasik Akbar Haji dan Umroh 2025 ini,” ucap Evi.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Dian Ekawati Grengseng Pamuji yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan Manasik Akbar yang menghadirkan ribuan jamaah ini. Menurutnya kegiatan ini tentu dapat memberikan pembekalan ilmu dan pengalaman tentang haji dan umroh bagi seluruh jamaah.

” Kegiatan dari Fatayat NU ini diharapkan dapat membentuk jemaah yang lebih siap dan khusyu’ dalam menjalankan ibadah haji dan umroh, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka turut meramaikan MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang, sehingga manfaatnya dapat secara nyata dirasakan oleh seluruh masyarakat. Mari kita manfaatkan masjid yang megah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Dian.

Dirinya mengatakan berkomitmen mendukung dan memberdayakan jemaah untuk menjadi contoh masyarakat yang berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama melalui kegiatan positif diKabupaten Magelang termasuk manasik akbar kali ini.

Sementara Ketua Badan Pengelola MAJT II An-Nuur Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis mengatakan sampai dengan saat ini MAJT II An-Nuur masih terus dimanfaatkan dan digunakan dengan baik oleh masyarakat, salah satunya dengan kegiatan manasik haji. Dirinya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah memanfaatkan dan meramaikan masjid ini.

” Luar biasa, hari ini jamaah dari fatayat sejumlah 5000 lebih telah memanfaatkan masjid ini untuk Manasik Akbar. Secara syiar agama ini cukup bagus dan luar biasa,” kata Asfuri.

Asfuri menjelaskan, dengan kapasitas masjid dalam sekitar 8000 jamaah ditambah area selasar sekitar 5000 jamaah tentu menjadi kelebihan tersendiri untuk masyarakat yang ingin memanfaatkannya untuk beribadah dan kegiatan positif lainnya.

Dalam waktu tidak lama lagi menurut Asfuri, gedung perpustakaan MAJT II An-Nuur selesai dibangun. Hal itu tentu akan menambah wahana dan pilihan pengunjung untuk memanfaatkannya.

” Kami rencanakan nanti setiap ASN di lingkungan Pemkab Magelang dapat mewakafkan satu buah buku di MAJT II An-Nuur. Jadi ini semacam gerakan bersama sehingga manfaatnya juga akan dirasakan bersama,” jelasnya.

Saat ini Badan Pengelola MAJT II An-Nuur tengah menyusun Khasanah Islam Kabupaten Magelang yang menjelaskan perkembangan Islam di Magelang yang nantinya dapat dinikmati oleh pengunjung melalui diorama, video pendek dan gambar.

” Jadi pengunjung nanti akan mendapatkan wawasan baru terkait sejarah perkembangan islam di Magelang,” ungkapnya.

Selain Manasik Akbar, kegiatan ini juga akan dimeriahkan dengan Bazar Fatayat dan penganugerahan Fatayat Award. PC Fatayat NU Magelang berkomitmen untuk hadir sebagai organisasi perempuan yang aktif dalam pembinaan umat dan pemberdayaan masyarakat di bidang keagamaan.(Tim Media)

Minggu, 16 November 2025

289 Mualaf Mendapat Pendampingan dan Pemberdayaan dari MUI-Baznas

 

MAJT II AN-NUUR - Sebanyak 289 mualaf mendapat pendampingan dan pemberdayaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Badan Amal dan Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Magelang.

Kegiatan berlangsung di Aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, Jumat (07/11/2025). 

Ketua MUI Kabupaten Magelang Chamami mengatakan, kerja sama dengan Baznas dalam pelaksanaan program pendampingan dan pemberdayaan mualaf baru berjalan mulai tahun ini.

"Alhamdulillah. Kalau tahun-tahun yang lalu, kami laksanakan secara mandiri, mulai tahun ini ada dukungan dari Baznas," katanya, usai acara.

Ketua Baznas Kabupaten Magelang, M Kholid Asy'adi mengakui, program kerja sama Baznas dan Rumah Mualaf MUI baru dilaksanakan mulai tahun ini.

Tetapi, ke depan berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama ini sebagai program tahunan. MUI memiliki melalui Rumah Mualaf, Baznas siap memberikan dukungan.

"MUI yang memiliki dan menjalankan program pendampingan dan pemberdayaan, kami (Baznas) yang akan mensuport," ujarnya, ditemui secara terpisah.

Selain itu, lanjut Kholid, semua mualaf akan mendapatkan pendampingan oleh para petugas penyuluh dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag).

Dalam kesempatan itu, para mualaf mendapat bantuan sebesar Rp 600.000 per orang yang diwujudkan berupa uang saku dan peralatan sholat. Total Rp 173.400.000.

Ny Sumiati (57), penduduk Desa Tirto, Kecamatan Salaman, mengaku baru satu tahun yang lalu menjadi mualaf. Dia merasa senang mendapat perhatian dari Baznas dan MUI. (Tim Media)

Rabu, 27 Agustus 2025

Agama dan Solusi Problematika Keumatan Diangkat Dalam Kajian "ReboLegen" MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang


MAJT AN-NUUR - Agama dan Solusi Problematika Keumatan." Demikian tema yang diangkat oleh Dr H Moh Tantowi MAg, dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dalam Kajian Rebo Legen di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, Rabu (27/08/2025).

Secara kontekstual, menurut Tantowi, agama dapat diposisika  untuk beragam sumber. Antara lain, sumber nilai, sumber gagasan, sumber makna, kritik dan transformasi sosial. Sehingga agama bukan sekadar ruang privat tetapi juga sumber solusi yang selalu relevan dengan dinamika problematika umat.

"Agama berperan mengatur dan menuntun kehidupan yang harmoni antara balun minnallah dan hablun minannas," tandas Tantowi, di depan ratusan jamaah laki-laki dan perempuan yang memadati ruang ibadah utama MAJT An-Nuur.

Dia menyebut prinsip utama agama adalah mengandung nilai universal yang selalu relevan dan selaras debgan dinamika zaman (sholihun li kulii wa makan). Al Qur"an adalah kitab suci yang berbahasa arab tetapi mengandung makna universal (Al Qur"an arabiyyun lafdzan wa alamiyyun manan).

Oleh karena itu, masih lanjut Tantowi, diperlukan intepretasi yang dinamis, kontekstual, inklusif dan humanis. Universalitas makna al Qur"an perlu digali terus menerus sebagai jawaban terhadap problem keumatan yang terus berkembang.

Ilmu merupakan produk pemahaman yang terbagi dua. Yakni, bersifat informatif dan fungsional. Ilmu yang hanya bersifat informatif tidak mampu memberikan pemikiran dan perilaku bagi penerima informasi.

Sebaliknya, ilmu yang bersifat fungsional dalam perspektif agama merupakan pengetahuan fungsional. Artinya, ilmu yang benar-benar betimplikasi menghidupkan dorongan kuat untuk melakukan perbuatan sesuai dengan petunjuk ilmu yang dicerna.

Tantowi menyebut contoh. Kedzaliman akan dibalas dengan siksa di akhirat (sebagai ilmu) karena mampu melahirkan kesadaran untuk menghindari berperilaku dzalim (sebagai hal, kesadaran batin), dan lahirlah perilaku adil dalam kehidupan (sebagai amal).. 

Having religion bermakna memiliki identitas formal agama, tetapi belum tentu mengamalkannya. Sedang being religious adalah terinternalisasinya ajaran agama dalam perilaku. 

"Status yang kedua inilah bermakna meletakkan agama sebagai jalan hidup (way of life) dan pandangannya terhadap dunia (world view). Pada status seperti ini agama akan menjadi panduan dan jawaban bagi seluruh persoalan hidupnya," pungkas Tantowi.(Tim Media)

Jumat, 22 Agustus 2025

MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang Siapkan Tempat Untuk Anak Terpidana Kerja Sosial Mulai 2026

 

MAJT AN-NUUR - Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, Jumat (15/08/2025), menerima tamu dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Magelang. 

Rombongan tamu dipimpin Kepala Bapas Kelas II Magelang, Aris Yulianta AMd IP SH MH, diterima Ketua Pengelola MAJT An-Nuur Drs Asfuri Muhsis MSi di ruang lobi Kantor MAJT An-Nuur.

Kepala Bapas Kelas II Magelang, Aris Yulianta, menjelaskan, kedatangannya siang itu tidak lain untuk menjalin kerja sama dengan Pengelola MAJT An-Nuur. Terutama menyangkut rencana penerapan KUHP baru yang akan diterapkan mulai tahun depan.

"Salah satunya mengenai rencana pelaksanaan pidana sosial dan pelayanan masyarakat bagi anak (yang diberlakukan pada tahun 2026)," terangnya, usai pertemuan yang berlangsung penuh keakraban.

Dalam kerja sama kali ini, menurut Aris, masih akan ditindaklanjuti dengan menyusun rencana kerja bersama. Terutama dalam hal penyediaan tempat bagi anak yang menjalani kerja sosial di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang. 

Mengenai kriteria akan akan ditempatkan di MAJT An-Nur, menurut Aris, didasarkan basic ketrampilan dari pelaku pidana yang memang masuk dalam pidana sosial. "Ini hanya yang dikenai tuntutan pidana kurang dari 5 tahun," terangnya.

Kenapa MAJT An-Nuur yang dipilih. Dia mengatakan, karena MAJT An-Nuur sebagai bidang pembinaan kepribadian, untuk ibadah dan sebagainya. Dia juga berharap, MAJT nanti bisa memberikan penguatan-penguatan yang bersifat agamis. Dengan harapan, dapat memperkuat keyakinan yang bersangkutan dan ke depan tidak lagi melakukan tindak pidana.  

Mengenai terpidana sosial yang akan ditempatkan di MAJT, Aris menjelaskan, selain mempertimbangkan basic ketrampilan yang bersangkutan juga menyangkut faktor keamanan. Apakah yang bersangkutan aman bagi tempat menjalani kerja sosial. Tentu pihak Bapas akan mengkomunikasikan dengan pihak MAJT. 

"Jadi kami akan mempertimbangkan basic ketrampilan yang dimiliki pelaku pidana ini apakah ayak ditempatkan untuk menjalani pekerjaan sosial di MAJT," ujarnya. 

Mengenai sistem monitoring, sambung Aris, akan dilakukan setiap bulan oleh Pembimbing Kemasyarakatan melalui kegiatan bimbingan klien Bapas. Monitoring dilakukan melalui semacam wawancara, untuk mengetahui perkembangan sperilakunya dan didasarkan laporan dari pihak pemberi layanan kerja sosial.

Kalu ada laporan buruk akan dijadikan bahan evaluasi untuk dilaporkan ke pihak kejaksaan selaku penuntut umum maupun pengadilan atau hakim yang telah memutus pidananya.

"Harapan kami, kerjasama berjalan baik, menumbuhkan klien-klien yang bisa kembali ke masyarakat dengan lebih baik. Kembali ke masyarakat seutuhnya bertanggungjawab terhadap dirinya dan keluarganya, sebagai individu maupun sebagai umat beragama," katanya. 

Sementara itu, Ketua Pengelola MAJT An-Nuur, Asfuri Muhsis, menyatakan dukungannya untuk dapat menjalankan kerja sama itu dengan baik. Selaku pihak kedua, posisi MAJT An-Nuur akan  menyiapkan lokasi pelaksanaan pidana kerja sosial. 

MAJT An-Nuur akan memberikan dukungan penuh, baik sarana prasarana untuk pelaku pidana kerja sosial dan layanan masyarakat bagi anak. Membantu pelaksanaan pidana kerja sosial dan bidang layanan masyarakat, dengan priorita bagi anak.

"Karena dalam kerja sama ini terbatas bukan bagi terpidana asusila dan bukan terpidana pencurian. Selain itu, hanya bagi terpidana anak yang menghadapi tuntutan kurang dari lima tahun," katanya.   

Karena itu, pihak MAJT tidak merasa khawatir terhadap terpidan kerja dijatuhi hukuman pidana ringan. Juga siap membantu Bapas dalam pengawasan dan monitoring. 

"Kalau ada apa-apa bisa melapor atau memberitahu kepada pihak Bapas. "Tentu kami berharap, setelah selesai menjalai kerja social di sini, moralnya menjadi lebih baik dan berguna bagi masyarakat," tutup Asfuri.

Alim Ulama Berilmu dan Beramal, Jadi Cahaya Penerang Bagi Umat

MAJT AN-NUUR - Alim ulama adalah pewaris rasulullah yang umat paling pantas menjadi panutan bagi seluruh umat muslim. Karena itu alim ulama makhluk yang mulia di hadapan Allah SWT.

KH Toha Mansur, Rois Syuriyah PCNU, mengatakan, berkat perjuangan ulama, umat manusia bisa menggayuh kebahagiaan di dunia dan akherat. Para ulama dapat menerangi hati yang telah gelap. Kalau tidak ada ulama, manusia akan hidup di dalam kegelapan serta bergelimang dalam dosa. 

Mereka yang kuat akan menguasai yang lemah, yang kaya akan menguasai yang miskin dengan tanpa mempedulikan rasa perikemanusiaan," kata KH Toha Mansur, dalam khotbah Jumat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, Jumat (22/08/2025). 

Hal itu semua bisa terjadi karena tiada bimbingan dari para ulama sebagai pewaris nabi Muhammad SAW. Atau karena bimbingan ulama sudah tidak lagi diperhatikan.

Dalam sebuah hadist rasullah bersabda; ulama itu bagai lampu-lampu yang menerangi dunia, pengganti para nabi semua, pewarisku.

Disebutkan pula. Kelak, di akherat akan didatangkan empat golongan umat di depan pintu surga. mereka datang tanpa perhitungan (hisap) dan tidak disiksa sama sekali. Dan mereka saling berebut untuk bisa masuk surga paling depan.

Mereka itu adalah ulama yang senang menularkan ilmunya, orang-orang yang haji mabrur tidak melakukan hal-hal yang merusak status hajinya, orang yang mati sahid dalam menegakkan agama Islam dan para dermawan yang membelanjakan hartanya di jalan Allah tanpa disertai dengan rasa riak.

Melihat itu, Allah segera mengutus malaikat Jibril untuk memberitahukan, golongan mana yang berhak masuk surga lebih dulu. Yakni, para dermawan. Barulah disusul tiga golongan lainnya.

Atas dasar cerita pendek itu, KH Toha Mansur mengajak para jamaah untuk memuliakan ulama dan melakukan apa yang dikatakannya.

Di bagian akhir khotbahnya KH Toha Mansur menyebutkan empat hal yang patut dipahami. Yakni, sesungguhnya ulama adalah makhluk yang paling takut kepada Allah. Karena kalau tidak karena alim ulama maka binasalah orang-orang dahulu. 

Selain itu, diperlukan adanya keadilan orang-orang pemerintahan. Karena jika tidak karena keadilan orang-orang pemerintah, terjadilah saling hisap-menghisap darah satu dengan yang lain tidak rukun sebagaimana serigala yang makan anaknya.

Kemudian, kedermawanan orang kaya. kalau bukan karena kedermawanan orang kaya maka lenyaplah orang-orang yang miskin. Terakhir, doa fakir miskin seandainya tidak karena doa orang fakir miskin maka berantakanlah orang-orang yang kaya. (Tim Media)

Kamis, 21 Agustus 2025

Memahami Air Mutanajis, Ini Kata Gus Aziz!

 

MAJT AN-NUUR - Suasana Ngaji Bareng bertema: Fiqih Ibadah "Air Mutanajis", Rabu Wage (20/08/2025), berlangsung lebih gayeng. Jamaah Nampak begitu santai mendengar materi yang dipaparkan KH Abdul Aziz Lc. 

Apa lagi, pada edisi kali ini ada ruang interaksi (tanya jawab) antara narasumber dengan jamaah. Praktis, materi yang  disampaikan KH Abdul Aziz di forum itu bisa dipahami dengan baik oleh para jamaah.

Adapun materi yang diterangkan dalam sesi ini adalah tentang Air Mutanajis. Jenis air yang masuk kategori ini terbagi dalam 2. Yakni, air dengan volume sedikit (kurang dari 2 qullah) otomatis menjadi najis ketika terkena najis. Sekalipun tidak berubah dalam warna, rasa dan baunya. 

Kemudian, air dalam jumlah banyak (lebih dari 1 qulah) tidak serta merta najis ketika terkena najis. Namun, menjadi najis ketika berubah salah satu dari sifatnya yakni warna, rasa, dan baunya.

Disebutkan, 2 qullah dalam takaran ini sama dengan 270 liter. 

KH Abdul Aziz juga menyebutkan salah satu hadist yang berbunyi :


عَن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمَاءِ وَمَا يَنُوبُهُ مِنَ الدَّوَابِّ وَالسِّبَاعِ، فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

«إِذَا كَانَ الْمَاءُ قُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلِ الْخَبَثَ».  

[صحيح] - [رواه أبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه وأحمد] - [سنن أبي داود: 63]


"Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang hukum air yang sering didatangi oleh binatang melata dan binatang buas, maka beliau ﷺ bersabda, "Apabila air telah mencapai dua kulah (tempayan besar), maka ia tidak mengandung najis."  [Sahih] - - [Sunan Abu Daud - 63]

Selanjutnya, KH Abdul Aziz menerangkan mengenai cara menyucikan air mutanajis.

Jika air mutanajisnya sedikit (kurang dari 2 qullah) maka cukup ditambahkan airnya sehingga mencapai kadar 2 qullah.

Kalau menjadi mutanajis karena berubahnya keadaan air (2 qullah lebih) maka ketika air kembali pada keadaan semula (sebelum berubah) sudah menjadi suci menyucikan. (Tim Media)

Rabu, 13 Agustus 2025

Ratusan Jamaah Antusias Ikuti Ngaji Bareng MAJT An-Nuur "Bersuci Dengan Air"

 

MAJT AN-NUUR - Suasana Ngaji Bareng di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, Rabu Kliwon (13/08/2025), terasa lebih gayeng. Sekitar 300 jamaah terlihat cukup rileks mendengar paparan yang disampaikan oleh KH Abdul Azis Lc dengan materi bertema : Fiqih Ibadah "Bersuci dengan Air".

KH Abdul Azis mengatakan, Allah menciptakan air dengan segala keistimewaannya. Salah satunya bisa dimanfaatkan untuk bersuci (thaharah). Dan bersuci atau berwudlu adalah sebagai prasyarat untuk menjalankan sholat, ibadah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sifat air terbagi dalam 3 kategori. Yaitu, air suci mensucikan, air suci tetapi tidak mensucikan dan air mutanajis

Dalam hal ini, menurut KH Abdul Azis, semua air yang turun dari langit, hukumnya bersifat suci dan mensucikan. air itu lazim disebut air mutlak, karena belum tercampur dengan zat atau benda lain. Artinya, ar tersebut belum berganti nama atau sebutan.

Begitu juga air yang keluar dari bumi, bersifat suci dan mensucikan. misalnya, air yang keluar dari sumber mata air. 

Air yang masuk dalam kategori "suci menyucikan" adalah air pada umumnya dan keadaan seperti pertama kali air itu ada. Atau dalam bahasa fiqih disebut air mutlak.

Apakah air di lautan bisa dipakai untuk bersuci ? KH Abdul Azis menjelaskan sebagai berikut:

" Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, “Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah, dia berkata, ‘Sesungguhnya kami sedang berlayar di laut dan kami hanya membawa sedikit air, jika kami berwudhu dengannya kami akan kehausan, apakah boleh kami berwudhu dengan air laut?’ Maka Nabi bersabda, ‘Laut itu suci airnya dan halal bangkainya’.” ( HR. Abu Dawud, At Turmudzi, An nasai).

Lalu bagaimana dengan air yang suci, tetapi tidak mensucikan. Jadi meskipun sifat air tersebut masih suci, namun tidak dapat digunakan untuk bersuci atau wudlu. Contoh, air teh, air kopi, air sirup, yang sifatnya suci dan boleh diminum. Karena sudah berubah dari aslinya, terkait rasa, warna dan bau.

Pada bagian lain, KH Abdul Azis Lc menyarankan agar saat berwudlu, kita tidak menggunakan air secara berlebihan atau isrof. Karena tidak ada kebaikan terhadap hal-hal yang berlebihan. Kalau cukup dengan menggunakan air satu gayung, mengapa harus menghabiskan satu ember (makruh).

Dia menyebut satu contoh: 

"Aku mendengar Jabir berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang menjenguk saat aku sedang sakit yang mengakibatkan aku tidak sadar. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berwudlu dan menyiramkan sisa air wudlunya hingga aku pun sadar. " ( HR. Bukhori ).

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi saw. bersabda,

Salah seorang dari kalian tidak (boleh) mandi di dalam air yang tidak mengalir, dan ia dalam keadaan junub.” Para sahabat pun bertanya: “Wahai Abu Hurairah, Bagaimana ia melakukannya?” “Ia mencakupnya (air) dengan satu cakupan.” (HR. Muslim).

" Abdullah bin Umar -ra iyallahu 'anhuma- meriwayatkan, Rasulullah  pernah ditanya tentang hukum air yang sering didatangi oleh binatang melata dan binatang buas, maka beliau ? bersabda, "Apabila air telah mencapai dua kulah (tempayan besar), maka ia tidak mengandung najis." [Sahih] - - [Sunan Abu Daud - 63]

Terhadap ketersediaan air yang sedikit, kurang dari 2 kolah atau kurang dari volume 270 liter. Dalam hal ini, KH Abdul Azis Lc menyarankan agar air itu diambil dengan gayung. Kalau semisal lagi menginap di suatu hotel airnya mampet dan hanya ada air di ember kecil. Disarankan untuk menggunakan gayung. "Kalau tidak ada gayung, pakai saja gelas," katanya.

Apakah air kemasan boleh digunakan untuk bersuci. "Boleh". (Tim Media)

Sabtu, 09 Agustus 2025

Sholat Jum'at MAJT An-Nuur : Himpunlah Amal Perbuatan Baik Demi Kehidupan Akherat


MAJT AN-NUUR - Ribuan umat muslim mengikuti sholat Jumat berjamaah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, Jumat (08/08), berjalan khidmad.

Bertindak sebagai Imam adalah Ustad Riza Perdana Kusuma SPdi Al Hafid, imam MAJT An'-Nuur. Muadzin adalah Fatkhurrozad.

Sedangkan Khotib dipercayakan kepada Ustad Fathurahman dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bandongan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang.

Dalam tausyiahnya Ustad Faturahman mengajak orang yang merasa banyak dosa agar segera bertaubat. Minta ampun kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala. Karena manusia itu tidak ada yang sempurna.

Kesempurnaan hanya milik Allah Subhanahu Wa ta'ala. Oleh karenanya, suatu perbuatan yang pernah kita laksanakan membuat Allah murka maka kita harus bertaubat. Jika merasa banyak dan mau bertaubat dengan sungguj-sungguh, insya Allah taubatnya diterima oleh Allah SWT.

Kedua, amal baik yang pernah kita lakukan hendaknya dilupakan jangan sampai diingat ingat. Tetapi kita harus elalu beristikomah. Ingatlah dosa kita besar, dosa kita banyak. Diniatkan amal kebaikan yang kita lakukan hanya karena Allah.

" Ketiga, perbuatan dosa yang pernah kita lakukan usahakan untuk dibuang sejauh-jauhnya. Perbuatan dosa yang dilarang oleh Allah usahakan agar kita tinggalkan sejauh-jauhnya. Agar kita selalu baik. Kita hendaknya harus mampu menjaga  keseimbangan antara hubungan kita dengan Allah SWT dan hubungan kita dengan manusia," kata Ustad Fathurahman

Keempat menurutnya mulai untuk meninggalkan kesenangan dunia dan berusahalah mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan di akherat. Karena kehidupan di dunia tidak yang abadi.

" Karena itu mari kita renungkan, amal perbuatan apa saja yang diperlukan untuk kehidupan di akherat kelak," ajaknya.(Tim Media MAJT)

Rabu, 30 Juli 2025

Kajian Fiqih Ibadah Digelar Di MAJT An-Nuur

 

Media MAJT An-Nuur Kab Magelang - Kajian Fiqih Ibadah mulai diselenggarakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, usai Sholat Dzuhur berjamaah, Rabu (30/07/2025). Pada edisi perdana kali ini, diikuti sekitar 300 jamaah dari bebagai kalangan, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum.

Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang, Drs Asfuri Muhsis MSI mengatakan, kajian fiqih ibadah diagendakan dilaksnakan setiap rabu, kecuali Rabu Legi. "Forum kajian ini dibuka sehabis sholat duhur berjamaah," kata Asfuri, yang juga Asisten Umum Pemkab Magelang.

Dia berharap, kegiatan yang dihelat bersama antara pengelola MAJT An-Nuur, Baznas, IPHI dan MUI Kabupaten Magelang, ini bisa diikuti seluruh warga muslim di Kabupaten Magelang. Tidak sebatas para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang saja. Tetapi terbuka bagi masyarakat umum, termasuk warga luar daerah yang kebetulan singgah dan sholat dzuhur di MAJT An-Nuur.

Adapun tujuan dari kegiatan ini, lanjut Asfuri, agar kualitas ibadah masyarakat dapat semakin meningkat dengan ilmu yang didapatkan dari forum tersebut. Sejalan dengan itu, dapat mewujudkan salah satu fungsi MAJT An-Nuur yakni, meningkatkan kualitas ibadah masyarakat.

 "Intinya, melalui kajian ini diharapkan bisa lebih memantabkan lagi ibadah kita semua setelah dibekali ilmu yang sesuai syariat Islam. Karena mungkin bisa saja dalam melakukan ibadah, terutama sholat, namun belum tahu ilmunya secara benar," kata Asfuri.

Sebagai pamateri Utama dalam kajian tersebut, KH Abdul Azis Lc menekankan pentingnya pemahaman tentang syariat ibadah. Halitu yang menjadi pokok bahasan dalam kajian fikih ibadah dalam kegiatan sesi perdana kali ini. Dengan maksud agar  ilmu dan amal kita sesuai syariat ibadah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Karena Allah SWT memuliakan kita sebagai manusia dengan suatu hal yang berbeda dengan makhluk yang lain. "Allah memuliakan kita dengan anugerah akal yang tidak diberikan kepada makhluk lain. Dengan akal ini, Allah menginginkan agar manusia yang awalnya diciptakan di surga bisa kembali ke surga," ujarnya.

Untuk mewujudkan kehendak tersebut, Allah menurunkan para ambiya, para nabi dan rasul, yang bertugas memberikan petunjuk kebaikan di dunia dan akherat. Salah satu syariat dimaksud adalah ibadah. Manusia ini dibebani kewajiban untuk beribadah. Bagaimana cara ibadah, kita belajar dari syariat Rasulullah, yang kemudian disusun para ulama menjadi Fikih Ibadah. 

"Ibadah yang sangat penting dalam kehidupan manusia itu salah satunya sholat. Ibadah itu sebagai wahana kita untuk bisa nyambung dengan Allah SWT. Cara ibadah kita mengikuti sunah Rasulullah," ujarnya.(Tim Media)

Sabtu, 26 Juli 2025

Khafilah MTQ Kabupaten Magelang Digembleng Untuk Maju Ke Tingkat Jateng

 

Media MAJT An-Nuur Kab Magelang - Khafilah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Magelang tengah berbenah diri untuk mengikuti MTQ tingkat Jawa Tengah 2025 yang akan berlangsung di Tegal, September mendatang.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magelang, Fauzi Nurhadi, menyatakan tekadnya untuk meraih hasil maksimal di ajang MTQ Jateng tahun ini.

"Semua cabang kita undang dari juara satu dan dua tingkat kabupatenq, untuk diseleksi lagi. Kita akan pilih yang terbaik dari yang baik-baik," katanya, Sabtu (26/07), di sela pembinaan Khafilah MTQ yang digelar di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang.

Kafilah Kabupaten Magelang mengikuti seluru cabang yang akan dilombakan. Antara lain,  Antara lain, Tilawatil Quran, Tartil Quran, Tahfidz, dan kaligrafi Islam.

Fauzi tidak menyebut jumlah peserta pembinaan yang diundang. Tetapi dia menyebut beberapa pertimbangan terkait tempat pembinaan di MAJT An-Nuur. 

Antara lain, guna menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa MAJT An-Nuur di Magelang terbuka sebagai rumah bersama, termasuk untuk para tilawah, ataupun seniman Islam. Pertimbangan lain, untuk membantu memakmurkan masjid besar dan megah tersebut.

Lebih dari itu, Fauzi berharap, MAJT An-Nuur ke depan bisa menjadi semacam laboratorium tilawatil Quran atau pembelajaran Quran, meski saat ini sudah berjalan baik.

"Tetapi kalau nanti pesertanya datang dari seluruh Kabupaten Magelang pasti akan lebih kuat lagi," ujarnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Pemkab Magelang, Agus Widodo, mengatakan, dalam pembinaan tersebut akan ada penilaian terkait kompetensi teknis dan artistik. 

Dengan kata lain, sebagai ajang seleksi untuk menentukan yang berhak sebagai anggota kafilah untuk maju ke MTQ tingkat provinsi Jawa Tengah.

Di sini, Pemkab Magelang melalui LPTQ bersama Kemenag mempersiapkan khafilah agar semua lebih siap untuk berkompetisi di ajang MTQ provinsi nanti.

"Tentu saja kami juga mempersiapkan ubo rampe ke sana, agar peserta dapat beristirahat dengan nyaman sejak dari keberangkatan sampai kepulangannya nanti," terangnya. 

Agus berharap, khafilah yang dikirim mampu mengharumkan nama daerah asal. Berhasil tampil sebagai juara dan bermental juara.(Tim Media MAJT An-Nuur)