Media MAJT An-Nuur Kab Magelang - Kajian Fiqih Ibadah mulai diselenggarakan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, usai Sholat Dzuhur berjamaah, Rabu (30/07/2025). Pada edisi perdana kali ini, diikuti sekitar 300 jamaah dari bebagai kalangan, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum.
Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang, Drs Asfuri Muhsis MSI mengatakan, kajian fiqih ibadah diagendakan dilaksnakan setiap rabu, kecuali Rabu Legi. "Forum kajian ini dibuka sehabis sholat duhur berjamaah," kata Asfuri, yang juga Asisten Umum Pemkab Magelang.
Dia berharap, kegiatan yang dihelat bersama antara pengelola MAJT An-Nuur, Baznas, IPHI dan MUI Kabupaten Magelang, ini bisa diikuti seluruh warga muslim di Kabupaten Magelang. Tidak sebatas para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang saja. Tetapi terbuka bagi masyarakat umum, termasuk warga luar daerah yang kebetulan singgah dan sholat dzuhur di MAJT An-Nuur.
Adapun tujuan dari kegiatan ini, lanjut Asfuri, agar kualitas ibadah masyarakat dapat semakin meningkat dengan ilmu yang didapatkan dari forum tersebut. Sejalan dengan itu, dapat mewujudkan salah satu fungsi MAJT An-Nuur yakni, meningkatkan kualitas ibadah masyarakat.
"Intinya, melalui kajian ini diharapkan bisa lebih memantabkan lagi ibadah kita semua setelah dibekali ilmu yang sesuai syariat Islam. Karena mungkin bisa saja dalam melakukan ibadah, terutama sholat, namun belum tahu ilmunya secara benar," kata Asfuri.
Sebagai pamateri Utama dalam kajian tersebut, KH Abdul Azis Lc menekankan pentingnya pemahaman tentang syariat ibadah. Halitu yang menjadi pokok bahasan dalam kajian fikih ibadah dalam kegiatan sesi perdana kali ini. Dengan maksud agar ilmu dan amal kita sesuai syariat ibadah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Karena Allah SWT memuliakan kita sebagai manusia dengan suatu hal yang berbeda dengan makhluk yang lain. "Allah memuliakan kita dengan anugerah akal yang tidak diberikan kepada makhluk lain. Dengan akal ini, Allah menginginkan agar manusia yang awalnya diciptakan di surga bisa kembali ke surga," ujarnya.
Untuk mewujudkan kehendak tersebut, Allah menurunkan para ambiya, para nabi dan rasul, yang bertugas memberikan petunjuk kebaikan di dunia dan akherat. Salah satu syariat dimaksud adalah ibadah. Manusia ini dibebani kewajiban untuk beribadah. Bagaimana cara ibadah, kita belajar dari syariat Rasulullah, yang kemudian disusun para ulama menjadi Fikih Ibadah.
"Ibadah yang sangat penting dalam kehidupan manusia itu salah satunya sholat. Ibadah itu sebagai wahana kita untuk bisa nyambung dengan Allah SWT. Cara ibadah kita mengikuti sunah Rasulullah," ujarnya.(Tim Media)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar