Kamis, 12 Februari 2026

Pelatihan Tilawah di Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur : Mengasah Keindahan Bacaan Al-Qur’an dengan Metode Interaktif

 

Media MAJT An-Nuur Magelang, - Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan yang menginspirasi pada malam Sabtu, 6 Februari 2026. Puluhan jamaah dari berbagai usia hadir mengikuti pelatihan tilawah yang dilaksanakan tepat setelah salat Isya. Kegiatan ini dirancang untuk membimbing jamaah dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap kitab suci.

Pelatihan tilawah malam itu dipandu langsung oleh dua pengajar berpengalaman, Ibu Fina Roudhotul Janah dan Ust. Ilham Akbar. Keduanya dikenal karena metode pengajaran yang interaktif dan mudah dipahami, sehingga peserta dari berbagai tingkat kemampuan dapat mengikuti dengan nyaman.

Metode pengajaran yang diterapkan cukup unik dan efektif. Setiap peserta pertama-tama menirukan bacaan pengajar secara langsung, mendengarkan intonasi, tajwid, dan ritme yang benar. Setelah itu, peserta diminta membaca satu per satu di hadapan pengajar. Teknik ini memungkinkan pengajar memberikan koreksi langsung, sekaligus membangun rasa percaya diri peserta dalam membaca Al-Qur’an dengan tartil.

Suasana pelatihan malam itu terasa hangat dan penuh semangat. Lampu masjid yang lembut menciptakan nuansa khidmat, sementara suara bacaan Al-Qur’an yang bergema menambah kesan sakral. Jamaah terlihat fokus menirukan setiap intonasi pengajar dengan teliti, beberapa menundukkan kepala sambil menyesuaikan panjang-pendek nada bacaan, sedangkan anak-anak terlihat antusias mengikuti ritme bacaan dengan penuh kegembiraan.

Ketika peserta membaca satu per satu, suasana menjadi semakin hidup. Ada tawa kecil ketika seorang peserta mencoba menyesuaikan nada dengan cara yang lucu, namun pengajar selalu menanggapi dengan penuh kesabaran dan dorongan positif. Interaksi ini membuat suasana belajar menjadi hangat dan menyenangkan, sekaligus membangun ikatan antarjamaah.

Pelatihan tilawah ini bukan hanya tentang memperbaiki suara atau teknik membaca. Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah antarjamaah, membangun disiplin, dan menanamkan nilai spiritual sejak dini. Anak-anak yang ikut berlatih mendapatkan pengalaman langsung membaca Al-Qur’an dengan bimbingan yang sabar, sementara orang dewasa dapat memperbaiki bacaan yang mungkin selama ini terbiasa dengan kebiasaan lama.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur dalam membina jamaah untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, serta menciptakan generasi Qur’ani yang tidak hanya menghafal, tetapi juga menghayati setiap ayat yang dibacanya. Dengan metode yang interaktif, pengajaran langsung, dan perhatian personal dari pengajar, pelatihan tilawah malam Sabtu ini berhasil menciptakan pengalaman spiritual yang mendalam dan membekas di hati setiap peserta.(KKN Institut SW Magelang)


Dzibaan Rutinan Malam Senin, Menyatukan Jamaah di Masjid Agung Jawa Tengah Magelang An-Nuur

 

Media MAJT An-Nuur Magelang, – Suasana hangat dan penuh khidmat tampak di Masjid Agung Jawa Tengah, Magelang, pada malam Senin, 8 Februari 2026, saat kegiatan dzibaan rutinan digelar tepat setelah salat Maghrib. Tradisi yang telah dijaga selama bertahun-tahun ini menjadi momen penting bagi jamaah untuk memperkuat ukhuwah, menenangkan hati, dan meningkatkan kualitas ibadah.

Dzibaan malam itu tampil lebih meriah karena diiringi lantunan rebana yang dibawakan oleh Bapak Ust. Riza GRz, Ibu Fina Roudhotul Janah, Ust. Ilham Akbar, anak-anak, serta beberapa vokalis lainnya. Irama rebana yang harmonis berpadu dengan lantunan dzikir, menciptakan suasana yang hangat, akrab, dan menyentuh hati setiap jamaah yang hadir. Bahkan anak-anak tampak antusias mengikuti irama rebana sambil ikut membaca dzikir, menambah kesan kebersamaan antargenerasi.

Kegiatan dzibaan malam Senin ini diisi dengan beberapa rangkaian, mulai dari pembacaan dzikir, doa bersama. Para ustadz dan tokoh masyarakat turut hadir memberikan tausiyah, sehingga jamaah tidak hanya mendapat ketenangan batin, tetapi juga bimbingan praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dzibaan malam Senin bukan hanya ritual keagamaan. Aktivitas ini juga menjadi wadah edukasi spiritual dan pengembangan kreativitas, khususnya bagi generasi muda yang ikut meramaikan iringan rebana. Kehadiran anak-anak yang aktif bernyanyi dan mengikuti dzikir menunjukkan keberhasilan kegiatan ini dalam membangun semangat keagamaan sejak dini.

Seiring berjalannya waktu, dzibaan rutinan malam Senin di Masjid Agung Jawa Tengah Magelang telah menjadi simbol harmoni, toleransi, dan kekeluargaan. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat ikatan sosial antarjamaah, tetapi juga menegaskan pentingnya tradisi keagamaan dalam menjaga nilai-nilai moral dan spiritual masyarakat.

Dengan antusiasme yang terus tumbuh, dzibaan malam Senin ini diperkirakan akan terus menjadi kegiatan rutin yang ditunggu-tunggu oleh jamaah, baik dari Magelang maupun sekitarnya. Suara rebana yang menggema, lantunan dzikir yang khidmat, dan kebersamaan yang hangat menjadikan malam Senin di Masjid Agung Jawa Tengah sebagai pengalaman spiritual yang tak terlupakan. (KKN Institut SW Magelang)