Jumat, 22 Agustus 2025

Alim Ulama Berilmu dan Beramal, Jadi Cahaya Penerang Bagi Umat

MAJT AN-NUUR - Alim ulama adalah pewaris rasulullah yang umat paling pantas menjadi panutan bagi seluruh umat muslim. Karena itu alim ulama makhluk yang mulia di hadapan Allah SWT.

KH Toha Mansur, Rois Syuriyah PCNU, mengatakan, berkat perjuangan ulama, umat manusia bisa menggayuh kebahagiaan di dunia dan akherat. Para ulama dapat menerangi hati yang telah gelap. Kalau tidak ada ulama, manusia akan hidup di dalam kegelapan serta bergelimang dalam dosa. 

Mereka yang kuat akan menguasai yang lemah, yang kaya akan menguasai yang miskin dengan tanpa mempedulikan rasa perikemanusiaan," kata KH Toha Mansur, dalam khotbah Jumat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang, Jumat (22/08/2025). 

Hal itu semua bisa terjadi karena tiada bimbingan dari para ulama sebagai pewaris nabi Muhammad SAW. Atau karena bimbingan ulama sudah tidak lagi diperhatikan.

Dalam sebuah hadist rasullah bersabda; ulama itu bagai lampu-lampu yang menerangi dunia, pengganti para nabi semua, pewarisku.

Disebutkan pula. Kelak, di akherat akan didatangkan empat golongan umat di depan pintu surga. mereka datang tanpa perhitungan (hisap) dan tidak disiksa sama sekali. Dan mereka saling berebut untuk bisa masuk surga paling depan.

Mereka itu adalah ulama yang senang menularkan ilmunya, orang-orang yang haji mabrur tidak melakukan hal-hal yang merusak status hajinya, orang yang mati sahid dalam menegakkan agama Islam dan para dermawan yang membelanjakan hartanya di jalan Allah tanpa disertai dengan rasa riak.

Melihat itu, Allah segera mengutus malaikat Jibril untuk memberitahukan, golongan mana yang berhak masuk surga lebih dulu. Yakni, para dermawan. Barulah disusul tiga golongan lainnya.

Atas dasar cerita pendek itu, KH Toha Mansur mengajak para jamaah untuk memuliakan ulama dan melakukan apa yang dikatakannya.

Di bagian akhir khotbahnya KH Toha Mansur menyebutkan empat hal yang patut dipahami. Yakni, sesungguhnya ulama adalah makhluk yang paling takut kepada Allah. Karena kalau tidak karena alim ulama maka binasalah orang-orang dahulu. 

Selain itu, diperlukan adanya keadilan orang-orang pemerintahan. Karena jika tidak karena keadilan orang-orang pemerintah, terjadilah saling hisap-menghisap darah satu dengan yang lain tidak rukun sebagaimana serigala yang makan anaknya.

Kemudian, kedermawanan orang kaya. kalau bukan karena kedermawanan orang kaya maka lenyaplah orang-orang yang miskin. Terakhir, doa fakir miskin seandainya tidak karena doa orang fakir miskin maka berantakanlah orang-orang yang kaya. (Tim Media)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar